ISTILAH SATUAN MILITER: DARI REGU HINGGA DIVISI


JAKARTA, (TNI Watch!, 27/10/99). Mungkin kita sudah sering mendengar
istilah-istilah satuan tempur, seperti bataliyon, kompi, peleton atau
brigade. Namun bagaimana komposisinya, dan bagaimana strukturnya, mungkin
masih belum begitu jelas bagi kita. Untuk itu, redaksi “TNI Watch!” mencoba
menyusun “kamus populer” bagi istilah-istilah dalam militer. (Redaksi)

REGU
Regu adalah satuan militer terkecil dalam Bataliyon (Infanteri) yang
terdiri minimal 20 personel. Komandannya berpangkat Sersan Satu atau Kopral
Kepala senior (yang berpengalaman). Regu adalah bagian dari peleton.

PELETON
Kesatuan militer di bawah Kompi yang terdiri dari beberapa regu
(biasanya tiga regu), kekuatan personilnya kurang lebih 30 sampai 50 orang
dan biasanya dipimpin seorang Letnan Dua. Posisi Komandan Peleton biasanya
merupakan penugasan pertama, bagi perwira yang baru lulus dari Akademi
Militer (Angkatan Darat) dan Akademi Angkatan Laut (kecabangan Marinir).

KOMPI
Kesatuan militer yang berada di bawah Batalyon terdiri dari
beberapa peleton (biasanya tiga peleton) kekuatan personilnya kurang lebih
dari 180 hingga 250 orang. Biasanya dipimpin seorang Kapten. Dalam satuan
infanteri, ada tiga macam kompi, yang disesuaikan dengan fungsinya, yaitu
Kompi Senapan (Kipan), Kompi Markas (Kima), Kompi Bantuan (Kiban). Kompi
Senapan disiapkan untuk operasi lapangan, dengan dukungan Kompi Bantuan.
Persenjatan Kompi Bantuan lebih berat dari persenjataan Kipan, persenjataan
Kiban terdiri dari senjata mesin sedang (SMS), mitraliur, dan mortir.

BATALIYON
Satuan dasar tempur di bawah Brigade atau Resimen yang terdiri dari
suatu Markas, Kompi Markas dan beberapa Kompi (biasanya tiga Kompi) atau
Baterai (istilah Kompi khusus untuk satuan Altileri). Khusus untuk Batalyon
Infantri dapat merupakan bagian taktis dari suatu Brigade dan dapat juga
berdiri sendiri dengan tugas taktis dan administrasi.

Contoh Bataliyon Infanteri (Yonif) yang tergabung dalam Brigade
Infanteri (Brigif), adalah Yonif 312/Kala Hitam (Subang), Yonif 310/Iklas
Karya Utama (Sukabumi), dan Yonif 327/Brajawijaya (Cianjur), ketiganya
berada di bawah komando Brigif 15/Kujang (bermarkas di Bandung). Sedang
Yonif yang berstatus “BS” (Berdiri Sendiri), adalah Yonif yang tidak
bergabung dalam Brigif, namun komandonya langsung dari Pangdam (setempat),
karena biasanya Yonif tersebut adalah Yonif andalan, yang biasa disebut
sebagai bataliyon pemukul Kodam. ContohYonif yang berstatus “BS”, antara
lain adalah Yonif 401/Banteng Raiders (Kodam IV/Diponegoro), Yonif
507/Sikatan (Kodam V/Brawijaya), Yonif Linud 733/Masariku (Kodam
VIII/Trikora), Yonif Linud 100/Prajurit Setia (Kodam I/Bukit Barisan), dan
lain-lain.

Kategori lain adalah bataliyon yang di bawah komando Korem (Komando
Resort Militer). Ini adalah kategori yang paling umum. Contoh Yonif
315/Garuda (di bawah Korem 061/Suryakencana, Bogor), Yonif 408/Subrastha
(basis Kendal, di bawah Korem 073/Makutarama, Salatiga), Yonif 521 (basis
Kediri, di bawah Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun), dan lain-lain.

Jumlah personil Yonif kurang lebih 700 hingga 1000 orang, Batalyon
biasanya dipimpin seorang Mayor (senior) atau Letnan Kolonel. Sedang untuk
Bataliyon di luar infanteri, seperti Bataliyon Kavaleri (Yonkav), Bataliyon
Artileri Medan (Yonarmed), Bataliyon Zeni Tempur (Yonzipur), Bataliyon
Perbekalan dan Angkutan (Yonbekang), hitungan personelnya bukan sekadar
orang per orang, namun jumlah kekuatan peralatannya dan anggota yang menjadi
operator (awak) peralatan tersebut, misalnya Yonkav terdiri dari sekian tank
atau sekian panser, Yonarmed terdiri dari sekian meriam, dan seterusnya.
Jadi jumlah personelnya tidak sebanyak bataliyon infanteri biasa.

Perlu ditambahkan di sini, bataliyon artileri ada dua macam, sesuai
fungsinya: Bataliyon Artileri Medan (sasaran darat) dan Bataliyon Artileri
Pertahanan Udara (sasaran udara). Sedang Yonkav unsur persenjataan yang
utama ada dua macam, yaitu tank dan panser. Ada Yonkav yang persenjataannya
khusus panser atau khusus tank saja, atau gabungan antara keduanya. Contoh
Yonkav yang persenjataannya hanya tank: Yonkav 1/Kostrad. Sedang khusus
panser, contohnya Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya. Contoh yang gabungan:
Yonkav 9/Serbu (Kodam Jaya), Yonkav 4/Serbu (Kodam III/Siliwangi). Yonkav
yang berunsur gabungan panser dan tank, adalah bentuk yang paling umum.

BRIGADE
Satuan tempur di atas Batalyon, dan di bawah Divisi yang merupakan
satuan dasar tempur terdiri dari unsur-unsur tempur (biasanya tiga
Batalyon), unsur-unsur bantuan tempur dan unsur-unsur bantuan administrasi.
Brigade dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari komando yang lebih
besar (Divisi). Jumlah kekuatan personelnya kurang lebih 3000 hingga 5000
personel.

Karena merupakan satuan tempur yang relatif besar (gabungan tiga
bataliyon), maka ketika operasi pada tingkat brigade, kesatuan tersebut bisa
bergerak sendiri, lengkap dengan unsur Bantuan Tempur (Banpur) dan Bantuan
Administrasi (Banmin) sendiri. Koordinasi Banpur dan Banmin berada di bawah
unit tersendiri, yaitu Detesemen Markas, dipimpin seorang Dandema.

Brigade Infanteri (Brigif) di lingkungan TNI ada beberapa macam,
bisa berdasar garis komando, bisa berdasar kualifikasi. Berdasar garis
komando, ada Brigif yang berada di bawah Kodam, dan ada yang di bawah
Kostrad. Sedang berdasar kualifikasi, ada Brigif Lintas Udara (linud), dan
Brigif Lintas Medan (Brigif biasa). Brigif yang berada di bawah Kodam hanya
ada dua, yaitu Brigif 1/Jaya Sakti (Kodam Jaya) dan Brigif 15/Kujang (Kodam
III/Siliwangi). Sedang Brigif lainnya ada di bawah komando Kostrad, antara
lain: Brigif Linud 3 (Makassar), Brigif Linud 17/Kujang I (Jakarta), Brigif
Linud 18/Trisula (Malang), Brigif 13/Galuh (Tasikmalaya), Brigif 9 (Jember),
dan Brigif 6 (Solo).

RESIMEN
Satuan militer di bawah Divisi yang terdiri dari beberapa Batalyon
(biasanya 3 Batalyon). Resimen merupakan satuan dengan kesenjataan yang
sejenis, misalnya Resimen Arteleri Medan, Resimen Arhanud. Resimen biasanya
dipimpin seorang Kolonel. Unsur-unsur satuan di bawah Resimen, hampir sama
dengan Brigade. Tampaknya TNI lebih cenderung memakai sistem Brigade. Itu
terlihat tidak adanya lagi satuan yang memakai sebutan Resimen, setidaknya
di lingkungan Angkatan Darat. Terakhir, mungkin kita masih ingat, satuan
yang pernah memakai nama resimen, adalah Kopassus, saat masih bernama
Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

DIVISI
Satuan tempur militer terbesar, dengan kekuatan penuh. Maksudnya
secara operasional, memilki kesatuan-kesatuan tempur, berikut unsur
pendukungnya, yaitu bantuan tempur dan bantuan administrasi, yang berada
dalam garis komando Divisi tersebut, jadi tidak perlu mendatangkan dari
komando lain di luar Divisi.
Seperti Divisi Infanteri yang ada di Indonesia. Angkatan Darat memiliki dua
satuan setingkat Divisi, yang keduanya berada di bawah Kostrad, yaitu Divisi
Infanteri 1 (markas di Cilodong, Bogor), dan Divisi Infanteri 2 (markas di
Singosari, Malang). Divisi-divisi tersebut, selain memiliki unsur tempur
sendiri (infanteri, kavaleri dan artileri), juga memiliki unsur bantuan
tempur (Bataliyon Zeni, Bataliyon Perhubungan, dan Bataliyon Peralatan), dan
unsur bantuan administrasi sendiri (perbekalan, angkutan, kesehatan, polisi
militer, dll).

DETASEMEN
Ada beberapa pengertian istilah Detasemen:
1. Kesatuan yang terdiri dari pasukan atau kapal-kapal yang diambil dari
kesatuan yang lebih besar dikirim untuk suatu tugas khusus. Untuk Angkatan
Darat, bisa berupa kendaraan lapis baja, seperti Detasemen Kavaleri.
2. Kesatuan tetap yang berkekuatan kurang lebih sebesar Peleton hingga Kompi
yang dibentuk untuk tugas-tugas tertentu. Contoh: Detasemen Intel (Denintel)
Kostrad, Denintel Kodam, Denma Brigif, Detasemen Polisi Militer, dan
Detasemen 81/Anti Teror Kopassus (sebelum dilikuidasi). Untuk kategori ini
komandannya, perwira berpangkat Mayor atau Letkol.
3. Nama tingkat kesatuan untuk organisasi kemarkasan tingkat Komando Utama ke
atas. Contoh: Detasemen Markas (Denma) Markas Besar Angkatan Darat, Denma
Mabes TNI, dan Denma Makodam. Komandannya biasanya berpangkat Kolonel (untuk
Mabes), atau Letkol (untuk Makodam).

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.

About these ads
  1. info2 menarik … salam kenal ;)

    • sam2 bro… kalo ada info lagi kita saling tukar

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: