menyetel karburator

Menyetel Karborator
Cara mudah seting karburator yang murah meriah adalah di seting sendiri tanpa harus pergi ke bengkel. proses penyetelan karburator standart yang sangat mudah, tetapi lebih bagus kalau karburator di bersihkan dulu dan filter bensin serta filter udara juga ikutan di bersihkan supaya kotoran atau endapan yang ada didalamnya dapat di buang begitu juga dengan pilot dan main jet ikut bersihkan. Untuk pilot dan main jet kalo bisa di bersihkan dengan carburator cleaner supaya waktu lebih singkat tapi kalo gak punya ya… pake bensin aja ato pake tiner kalo punya.
Setelah dibersihkan pasang kembali sparepart karburator ke posisi semula dan tempatkan ke manifold dengan baik dan benar…. kalo tidak bisa terjadi kebocoran pada sambungan.
1. Putar ke kanan setelan angin sampai mentok kemudian putar balik ke kiri untuk motor bebek 1,4 – 1,5 putaran dan untuk motor sport sampe 2,5 putaran.
2. Setel gas untuk putaran 3000 – 5000 rpm
3. Hidupkan mesin……bremmm…bremmmm
4. Kemudian Setel baut angin sampai posisi suara mesin tertinggi atau suara knalpot tidak nembak walau sekecil apapun kira kira antara 1,4 – 1,6 putaran untuk motor bebek. untuk motor sport dari 2,4 – 2,6 putaran.
5. Jika sudah ketemu suara mesin tertinggi maka turunkan setelan baut gas hingga posisi idle atau gak matian…..(900 -1100 rpm)..
6. Lalu cek sekali dua kali untuk di gas…. bremmm…..bremmmm dan setelah posisi idle mesin gak mati …maka motor sudah enak di ajak jalan jalan dan mudah mudahan irit.
7. Kalau masih mati ulangi proses dari pertama biar puas…puas.
8. gambar menyusul.
9. Semoga bermanfaat

cara menyetel klep mobil dan motor

Setel klep mobil
1. Buka baut pengunci tutup kepala silinder dengan kunci ring 1/2 mm. Kemudian lepas seal washernya.
2. Copot slang positive crankcase ventilation (PCV) di kop silinder dari klemnya.
3. Buka tutup kepala silinder perlahan-lahan. Maka akan terlihat deretan katup (klep) dan rocker arm yang tersusun rapi.
4. Menyetelnya, pertama putar puli kruk-as searah jarum jam, pakai kunci ring 19 guna mencari posisi Top 1 dan 4. Artinya, piston silinder 1 dan 4 berada di titik mati atas (TMA). Posisi Top juga ditunjukkan oleh coakan pada puli kruk-as. Yaitu, saat coakan tadi berada tepat di garis nol.
5. Biar gampang untuk menentukan posisi Top 1 dan 4, pegang dan putar push rod. Bila push rod pada silinder 1 dapat diputar, berarti dalam keadaan bebas atau bisa disetel. Ini artinya Top 1. Jika ingin mendapatkan Top 4, putar lagi puli satu putaran. Saat Top 1, katup yang disetel katup isap dan buang silinder 1. Berikutnya katup isap silinder 2 dan katup buang silinder 3. Sedangkan pada Top 4, yang disetel klep buang silinder 2, klep isap silinder 3, dan katup isap dan buang pada silinder 4.
6. Menentukan katup isap, lihat posisi katup yang segaris dengan saluran masuk (intake manifold).
7. Sama halnya saat menentukan katup buang. Perhatikan posisi klep yang sejajar dengan saluran buang (exhaust manifold).
8. Kendurkan baut setelan celah katup dengan kunci ring 12.
9. Setel celah katup pakai obeng minus. Untuk mengukur celah katup, gunakan feeler gauge. Ukurannya, katup isap 0,20 mm dan buang 0,30 mm. Setelan klep paling tepat, saat putaran obeng mulai terasa berat dan feeler gauge terasa seret kalau ditarik. Lalu segera kencangkan kembali baut pengikat klep. Terakhir, rakit kembali tutup kop silinder dan selang PVC seperti semula. Bang SoBil merekomendasikan bahwa tips ini untuk kendaraan Toyota Kijang.

Setel klep motor
Tertarik mencoba menyetel klep sepeda motor Honda anda sendiri?
Namun ingat, setelan yang salah bisa mempengaruhi performa sepeda motor anda.
Sebelum memulai, persiapkan peralatan berikut ini:
1. Obeng (-) besar
2. Kunci T 17 (untuk motor Supra X 125/Kharisma)
3. Kunci T 14 (untuk motor Supra Fit, Tiger)
4. Ring 8-9 (untuk motor tipe bebek)
5. Ring 10-11 (untuk motor tipe Sport)
6. Ring 17 (untuk motor tipe Sport)
7. Ring 24 (untuk motor tipe bebek)
8. Fuller gauge 1set
9. Valve Adjusting wrech (kunci klep)
Caranya:
1. Buka kedua tutup klep (In dan Ex) dengan menggunakan kunci Ring 17(tipe bebek) atau Kunci Ring 24(tipe Sport)
2. Awalnya posisikan agar kondisi valve bebas atau posisi piston pada Titik Mati Atas (TMA), dengan cara buka tutup magnet pada blok mesin kiri dengan menggunakan Obeng (-) besar (ada 2 buah ), pergunakan kunci Ring 14/17 untuk memutar poros engkol berlawanan dengan jarum jam.
3. Sambil memutar poros engkol, perhatikan pada saat valve In bergerak, lihat pada lubang kecil di blok magnet, posisikan tanda T pada garis lurus di lubang kecil blok magnet.
4. Kemudian pegang dan gerak-gerakkan kedua klep untuk memastikan keduanya sudah dalam posisi bebas.
5. Jika langkah diatas sudah benar, maka lakukan penyetelan valve dengan ukuran untuk tiap-tiap motor sbb:
• Tipe Sport (Tiger,Mega Pro,GL Pro,Phantom) ukuran = 0,10mm (±0,01mm).
• Tipe Bebek (Supra Fit, Grand, Legenda, Supra X, Win, GL 100) ukuran celah klep = 0,05mm (±0,01mm).
• Tipe Bebek (Supra X 125, Kharisma, Kirana) ukuran celah klep = 0,03mm (±0,01mm)
Tipe Matik (Vario) ukuran celah klep ( Klep In : 0,15mm (±0,01mm) Klep Ex : 0,26mm (±0,01mm) )
• Cara penyetelannya adalah, kendorkan mur pengikat tappet adjuster (baut stelan klep) dengan menggunakan Ring 8-9 / 10-11
6. Lalu letakkan Fuller gauge sesuai ukuran celah klep kedalam ujung batang klep, putar tappet adjuster(baut stelan klep) sampai terasa apabila fuller gauge di tarik terasa seret dan apabila didorong tidak bisa.
7. Kemudian keraskan lagi mur stelan klep dan cek ulang hasil stelan klep tadi, sampai hasilnya tepat, (bila fuller gauge terasa ditarik seret dan di dorong tidak bisa)
8. Tutup kembali semua komponen yang tadi dibuka kemudian rasakan hasilnya.

Setel klep motor bebek 4 tak
Tujuan menyetel klep :
Penyetelan celah katup adalah mutlak harus dilakukan terhadap sepeda motor. Dimaksudkan untuk mempertahankan celah (clearance) antara ujung batang katup dengan ujung baut penyetel katup agar tetap sesuai standar. Tujuannya untuk diperoleh unjuk kerja mesin yang optimal.
Persiapan Alat yang digunakan:
1. Obeng (+) besar dan (+) sedang
2. Obeng (-) Besar
3. Kunci ´T´ (sok 17mm)
4. Kunci ring 89 mm
5. Kunci tapet klep (´L´ klep)
6 filler (bilah ukur)

Langkah kerja :
1. Lepaskan sekrup cover tengah dan tebeng sayap dengan menggunakan obeng (+) sesuai ukuran sekrup.
2. Buka tutup pengetopan di blok magnet (beralur obeng (-) minus besar), yang besar dan kecil.
3. Buka tutup klep ( klep IN (atas) dan klep EX (bawah)) yang ada di kepala silinder yang berkepala kunci ring 8 mm.
4. Cari tanda *T*dengan cara memutarkan poros engkol menggunakan kunci sok T 17mm searah jarum jam sampai didapat tanda ´T´ di magnet lurus dengan tanda penyesuaian di blok magnet.
5. Pastikan kedua klep dalam posisi bebas goyang).
6. Lakukan pengukuran celah klep dengan memasukan filler diantara celah katup dan baut penyetel
7. Apabila filler masuk ke celah tersebut, dan puller didorong kearah depan tidak bisa, tapi saat ditarik bisa tanpa meninggalkan bekas goresan di filler berarti celah klep bagus (standar)
8. Apabila point 7 tidak terjadi, lakukukan langkah berikut :
» longgarkan sedikit mur penyetel klep dengan kunci ring 9 mm sambil menahan baut penyetel klep dengan kunci ’ L ’ stelan klep.
» Masukan puller ke celah klep dan stel dengan memutar stelan klep untuk mendapatkan celah klep yang sesuai dengan ketentuan apabila puller didorong tidak bisa tapi apabila ditarik puller bisa bergeser tanpa meninggalkan bekas di puller.
» Setelah didapat celah standar, tahan baut penyetel klep lalu kencangkan mur pengikat klep dengan kunci ring 9 mm.
» Cek kembali celah klepnya untuk memastikan bahwa klep telah distel dengan baik.
» Setelah didapat penyetelan yang tepat tutup kembali klep dan pastikan pengencangan bautnya benar.
» Pasang kembali cover body kebalikan urutan dari pembongkaran.
Semoga informasi ini membantu anda mengetahui cara penyetelan klep yang sesuai dengan standar kerja bengkel AHASS. Semoga bermanfaat.

cara pasang relay

Banyak diantara kita yang kurang puas dengan suara klakson bawaan motor/mobil yang kurang keras/lantang, atau juga lampu standar yang kurang terang atau berdaya kecil.
Di toko partshop atau asesoris otomotif, banyak dijual klakson aftermarket yang suaranya bagus seperti Fiam, Hella, bosch, PIAA, Wolo, Hadley, fer, dsb.
Klakson tersebut membutuhkan daya yang cukup besar, sayangnya kabel yang terpasang pada klakson standar bawaan motor/mobil tidak dapat mengakomodasi kebutuhan daya tersebut.
Malah bisa jadi saklar klakson tersebut akan cepat rusak karena setiap kali ditekan, akan mengeluarkan percik api pada metal contact didalamnya yang lama kelamaan akan aus, bahkan plastik case nya akan meleleh.
Begitu juga dengan pemasangan lampu yang berdaya lebih besar, akan berkasus sama dengan kasus di atas.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita membutuhkan bantuan komponen tambahan yaitu relay.
Relay adalah suatu komponen yang digunakan sebagai saklar penghubung/pemutus untuk arus beban yang cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus yang kecil.
Dengan menggunakan relay, kabel yang menuju saklar tidak perlu kabel yang tebal, sebab arus yang terhubung ke saklar sangatlah kecil.

Banyak relay yang beredar di partshop, ada berbagai merek seperti Hella, Bosch, Omron, dsb, … dan banyak pula yang dipalsu.
Saya sendiri lebih memilih untuk menggunakan relay bermerek BOSCH yang asli, begitu juga dengan socket relaynya.

Berikut komponen yang diperlukan untuk project ini..
– Socket Relay merek Bosch + terminal konektornya
– Relay Bosch 4 kaki tipe “0 332 019 453
– Fuse Box (kotak sikring) + terminal konektornya
– Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya .. misalnya 10 Ampere.
– Kabel tebal serabut diameter 5mm
– Terminal Ring 10mm.

Ada 2 macam sistem pelistrikan untuk Klakson atau Lampu, yaitu yang dikontrol oleh tegangan positif dan tegangan negatif.

Biasanya sistem yang dikontrol oleh tegangan Negatif menggunakan 2 kabel. Dimana satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.

Sistem yang dikontrol oleh tegangan Positif, biasanya menggunakan 1 kabel saja dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau body.


Gambar memperlihatkan rangkaian klakson dengan sistem Negative.

Untuk pemasangannya lihat gambar:
negative system


Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 menuju salah satu Kabel klakson (B)
Pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya.
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

Gambar memperlihatkan kabel standar yang menuju klakson dipotong.
Untuk bagian yang atas kita beri kode A, dan bagian yang menuju klakson kita beri kode B.

positive system :


Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 dihubungkan ke body mobil/motor (negatif/ground).
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

semoga penjelasan di atas bisa mudah dimengerti, dan rekan-rekan bisa pasang sendiri klakson barunya.

Rangkaian di atas sama penerapannya untuk pemasangan lampu tambahan atau merubah lampu ke daya yang lebih besar.

- klakson akan bersuara lebih keras/lantang atau lampu akan menyala lebih terang.

- saklar klakson / lampu akan lebih awet.

spesifikasi velg mobil

SPESIFIKASI VELG
Daftar PCD Mobil

Keterangan yang menyertai sebuah Velg racing biasanya dalam bentuk :
“Antera114 / 16×7 / Hole 4×100 / ET25″
Keterangan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
Antera114 : kode model velg dari Antera,
16×7 : dimensi Velg (dalam inch)
Hole 4×100 : PCD velg tersebut ialah 100cm dengan 4 lubang
ET25 : Offset velg tersebut ialah 25

PCD
PCD ialah jarak lubang baut pada velg. Lihat gambar dibawah ini

Lingkaran biru melambangkan baut roda pada mobil anda. Terlihat bahwa ada 4 buah baut yang berada dalam lingkaran dengan diameter 100cm (R50cm). Konfigurasi seperti ini dinamakan PCD 100 dengan 4 buah lubang baut roda.
Untuk mengetahui sendiri PCD roda mobil anda, ukurlah dengan penggaris diameter lingkaran baut rodanya dengan penggaris.

OFFSET

Diatas ialah penampang melintang dari sebuah velg. Contoh diatas memiliki dimensi 16×7 ET25 jadi
Diameter Velg (Nominal Wheel Diameter) = 16″,
Lebar Velg (Rim Width) = 7″,
Offset = +25cm.
Semakin besar offset, maka bila dipasangkan velg akan semakin kedalam fender mobil

Daftar PCD Mobil
Berikut ialah daftar PCD jenis mobil yang ada di Indonesia.
Jika mobil anda tidak ada pada daftar, e-mail kami
MERK MODEL PCD
AUDI A4 5*112
BMW M40 4*100 ET<30BMW E36 5*120BMW seri 5**,seri 7** 5*120 ET<30DAIHATSU CHARADE / TURBO 4*110DAIHATSU CHARADE CX / CLASSY 4*100DAIHATSU ESPASS / ZEBRA 4*110 ET<30DAIHATSU FEROZA / TAFT GT 5*139.7FIAT UNO 4*98HONDA ACCORD / PRESTIGE 4*100HONDA GRAND /GENIO / FERIO / CITY 4*100HONDA MAESTRO / CIELO 4*114.3HONDA CRV 5*114.3HYUNDAI CAKRA / NENGGALA 4*114.3HYUNDAI TRAJET 5*114.3HYUNDAI ATOZ 4*114.3ISUZU PANTHER 4*114.3 ET<30ISUZU NEW PANTHER 6*139.7KIA TIMOR 4*100KIA CARNIVAL 5*114.3KIA CARENS 5*114.3KIA VISTO 4*114.3MAZDA 626/MX6/CRONOS 5*114.3MAZDA 323/LANTIS 4*100MERCEDES TIGER / MINI 5*112 ET40
MITSUBISHI GALANT/ETERNA/DAN-GAN 4*114.3
MITSUBISHI EVOLUTION 4*100
MITSUBISHI KUDA/L300 5*114.3
MITSUBISHI T-120 4*114.3 ET<30
MITSUBISHI CHARIOT 5*114.3
OPEL BLAZER 6*139.7
PEUGEOT 505 4*140
PEUGEOT 405 4*108
PEUGEOT 306 4*108
SUZUKI BALENO/KARIMUN 4*100
SUZUKI ESTEEM 4*114.3
SUZUKI JIMNY / KATANA 5*139.7
SUZUKI FUTURA 4*114.3 ET<30
SUZUKI VITARA 5*139.7
TOYOTA DX 4*114.3 ET<30
TOYOTA GREAT / ALLNEW / SOLUNA 4*100
TOYOTA KIJANG 4*114.3 ET<30
TOYOTA LAND CRUISER 6*139.7
VOLVO 740/960 5*108

tips mengemudi

Apakah anda berniat dan berkeinginan kuat untuk bisa mengemudikan sebuah mobil?? Yap anda membaca sebuah artikel yang tepat, karena kali ini saya akan memberikan langkah-langkah jitu untuk mahir mengemudi dalam 7 hari untuk pemula.
Yap, kata-kata pembuka yang biasanya tertulis di buku-buku panduan otodidak yang dijual di toko buku tersebut mungkin mengawali tulisan kali ini. Biasanya buku-buku jenis ini berjudul “Mahir **bla,,bla,,bla*** dalam 24 jam”, ” X langkah jitu menguasai **Bla,,bla** untuk Pemula”, ataupun “Belajar Sendiri **Bla,,bla,,bla** dalam X hari”. Sayangnya dari sederetan buku tersebut belum pernah saya temukan panduan untuk mengemudikan mobil. Hehehehe… Karena itulah saya menuliskannya di blog ini. (Sebenarnya karena ga’ tau mau nulis apa lagi)
Persiapan Awal:
Sebelum anda mulai belajar mengemudi, ada baiknya jika anda menyiapkan beberapa hal penting berikut ini, yaitu:
Niat yang kuat
Ingat segala sesuatu itu tergantung pada niatnya, ada baiknya jika anda meluruskan niat terlebih dahulu sebelum memulai. Hehe..
Sebuah Mobil
Terserah bagaimana anda mendapatkannya yang penting memenuhi syarat-syarat seperti: bukan mobil curian, disarankan menggunakan mobil yang masih menggunakan fasilitas kopling (manual), disarankan juga memilih mobil yang berukuran besar seperti kijang, panther, atau sejenisnya.
Seorang Pengajar
Ingat!! orang tersebut harus lah orang yang sudah bisa mengemudi, jangan memilih orang yang sama-sama sedang belajar. Hehehe…
Hari Pertama
Awali hari pertama anda dengan membaca Basmallah. Di hari pertama ini yang anda lakukan adalah memahami kontrol dasar dari setiap fitur dashboard mobil yang ada. Memang setiap mobil berbeda-beda, tapi paling tidak anda mengerti cara menghidupkan dan mematikan mesin, cara menggunakan lampu sen dan lamu hazard, menggunakan lampu utama dan lampu jarak jauh, menjalankan wiper untuk mengatasi hujan, dan sebagainya
Jika sudah paham, sekarang saatnya mempelajari aturan dasar tentang mengemudi. Ada banyak aturan dasar tapi paling tidak anda paham tentang penggunaan jalur kiri dan kanan, etika dalam mendahului, dan arti rambu-rambu lalu lintas yang ada.
Capaian hari pertama ini adalah anda sudah menguasai semua teori tentang dua hal diatas.
Hari Kedua
Saatnya terjun ke lapangan, yup benar-benar ke lapangan. Carilah sebuah lapangan disekitar kompleks rumah anda untuk berlatih maju dan mundur. Tujuannya adalah membiasakan diri anda bermain dengan kopling. Pastikan anda sudah bisa menjalankan mobil dengan halus tanpa getaran mesin yang terasa (apalagi jika mesinnya mati-mati terus). Jika sudah, silahkan keluar dari lapangan dan mulailah menjalankan mobil anda di jalanan kompleks rumah. Biasakan diri anda dengan melakukan perpindahan tingkat kecepatan berulang-ulang (ganti-ganti gigi maksudnya). Latih juga mata anda untuk melihat ke belakang dengan menggunakan kaca spion. Sangat dianjurkan untuk memilih track yang lurus dan datar di hari kedua ini.
Hari Ketiga
Hari ini menunya masih sama dengan hari sebelumnya, bedanya hari ini anda berpindah track (lintasan) dari yang lurus ke yang lebih berbelak-belok. Ok, segera cari lintasan yang berkelak-kelok di kompleks perumahan anda. Jangan meremehkan teknik belok, karena walaupun sederhana teknik ini cukup sulit diimplementasikan dengan sempurna. Yang perlu diperhatikan ketika berbelok adalah jangan sampai mengambil jalan pengemudi lain. Sekedar informasi, belok kanan lebih sulit daripada belok kiri karena hampir bisa dipastikan anda akan memotong jalan pengemudi lain.
Hari Keempat
Sekarang saatnya menanjak, cari tanjakan di sekitar kompleks rumah anda, lalu berlatihlah di sana. Ada dua teknik dalam dalam dunia mengemudi, pertama menggunakan rem tangan, dan yang kedua menggunakan seni permainan kopling. Hari ini adalah hari dimana anda belajar untuk menguasai kedua teknik tersebut. Lakukan di berbagai macam tingkat kecuraman tanjakan dan lakukan variasi menanjak secara maju dan mundur. Ingat!! perhatian juga temperatur mesin mobil anda, karena pada dasarnya fungsi kopling adalah menjaga agar mesin anda tidak mati dan memainkan kopling sama dengan memainkan mesin mobil anda untuk menaik turunkan kinerjanya. Ciri mesin mobil sudah panas adalah asap yang muncul dari kap mesin. Hehehe….
Hari Kelima
Anda sudah menguasai jalan menanjak?? Saatnya belajar memarkir mobil. Yap, teknik yang cukup sulit, hampir sama tingkat kesulitannya dengan menanjak atau bahkan bisa menjadi lebih sulit untuk kondisi tertentu. Pertama pelajari parkir mundur seperti jika memarkirkan mobil di tempat parkir biasa, lakukan dari arah kiri dan kanan. Selanjutnya pelajari teknik parkir horizontal. Teknik parkir ini biasa digunakan jika kita menghadapi tempat parkir yang paralel. Hehe… Jika sudah, lanjutkan dengan kombinasi memarkir dan menanjak, yaitu dengan mencoba memarkir di tanjakan. Capaian hari ini adalah anda sudah menguasai berbagai macam teknik memarkir untuk berbagai macam kasus parkiran yang umum. Hehe…
Hari Keenam
Saatnya turun ke jalan!! Yup, coba keluar dari kompleks rumah anda. Kali ini coba lah menjadikan jalan besar di kota anda sebagai track-nya. Gunakan segenap kemampuan yang telah anda pelajari di hari sebelumnya untuk menaklukan jalanan kota. Hehe… Oiya, jangan lupa pelajari juga cara mengisi bensin yang benar. Biasanya pemula tidak tahu caranya membuka tutup tangki bensin. hehe..
Hari Terakhir
Saatnya kebut-kebutan!! Sejujurnya tidak ada yang harus diajarkan dalam hal mengebut (menjalankan kendaraan denga kecepatan diatas 80 Km/jam) karena memang itu adalah kemampuan natural yang pasti muncul dengan sendirinya di kalangan para pengemudi profesional. Hehe… Hanya saja perhatikan kondisi kendaraan dan kondisi sekitar kendaraan sebelum menggeber mobil anda dengan berkecepatan tinggi. Jalan tol adalah tempat yang tepat untuk mengimplementasikan teknik yang satu ini.
Selamat, Kini anda sudah bisa mengemudi mobil hanya dengan 7 hari. hehehe…
note: Tips ini bisa dilakukan dengan jangka waktu yang lebih pendek dan juga cocok untuk semua umur (asalkan kakinya sudah sampai untuk nginjek rem dan gas). Sebagai perbandingan, dahulu saya mencoba mengemudikan mobil untuk pertama kalinya saat menduduki kelas 2 SMP, dan berhasil menaklukan jalanan kota setelah berlatih intensif selama 3 hari. Jadi, semoga berhasil. hehehe…..

Merawat mobil

Agar mobil tetap berfungsi dengan baik, merawat mobil secara berkala adalah hal yang mutlak dilakukan. Selain demi kenyamanan Anda sendiri, mobil yang terawat dengan baik akan bertahan nilai jualnya, jika dan sewaktu-waktu ingin menjualnya kembali.
Berbicara soal perawatan mobil, ada jenis perawatan yang harus dilakukan secara berkala – baik harian maupun bulanan – dan ada juga perawatan insidentil, yakni dilakukan sekali-sekali saja ketika dibutuhkan.
1. Kebersihan, dilakukan setiap hari.
  • Mulai dengan mengecek bagian-bagian yang mudah kotor, misalnya jok, trim pintu bagian bawah, dan plafon.
  • Agar benar-benar bersih, bagian tersebut memang sebaiknya dilepaskan dari tempatnya. Namun, cara ini cukup memakan waktu, apalagi jika Anda terburu-buru pada pagi hari.
  • Jangan sampai jok dan bagian-bagian yang nyaris tersembunyi menjadi tempat penumpukan debu dan kotoran.
  • Cara paling mudah, Anda dapat menggunakan penyedot debu. Setelah bersih, gunakan cairan pembersih lalu lap atau sikat sampai bersih mengkilap.
2. Cek fungsi bagian-bagian vital dari mobil
a. Lampu.
  • Bila lampu kurang terang, periksa bagian soket dan sakelar, apakah kotor, aus, atau mengalami karat.
  • Lampu dan sekering yang sering putus, umumnya disebabkan adanya hubungan pendek atau beban listriknya terlalu besar. Untuk mengetahuinya, bisa dilakukan dengan Ohmmeter. Pastikan semua hubungan terjalin baik, sehingga lampu mobil Anda dapat bersinar terang.
  • Tanpa lampu yang berfungsi dengan baik, riskan bila Anda melakukan perjalanan pada malam hari.
b. Perawatan rem.
Periksalah minimal seminggu sekali, apakah rem mobil Anda masih pakem.
c. Radiator.
  • Gangguan pada bagian ini, misalnya suhu mesin yang terus meninggi, dapat membuat perjalanan Anda menjadi tersendat.
  • Untuk itu cermati radiator, selang-selang air, tabung cadangan air serta air radiatornya. Cermati mulai tutup buka dan lihat karetnya, selang atau kisi-kisinya, kalau-kalau ada yang bocor.
  • Penyebab lain, pompa air (water pump) rusak akibat dimakan karat.

Tips Hemat BBM

Hemat BBM
·  Hindari memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Selama mesin bekerja maka bahan bakar tetap terkirim, sehingga banyak BBM yang terbuang sia-sia.
·  Pertahankan kecepatan kendaraan sedapat mungkin sekitar 70 ~ 80 km/jam atau RPM di bawah 3000.
·  Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu semakin tinggi kecepatan sebanding dengan tingginya putaran mesin sehingga bahan bakar minyak yang harus dikirimpun semakin besar.
·  Sesuaikan gigi percepatan dengan kecepatan kendaraan, gunakan gigi rendah untuk menjalankan kendaraan pertama kali.
Contoh: Gigi 1 Kecepatan 0-20 km/jam
Gigi 2 Kecepatan 20-40 km/jam
Gigi 3 Kecepatan 40-60 km/jam
Gigi 4 Kecepatan 60-90 km/jam
Gigi 5 Kecepatan 90 ~ km/jam
·  Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap), jangan melakukan secara tiba-tiba karena dapat mengakibatkan terjadinya penambahan bahan bakar secara berlebihan.
·  Hindari muatan yang berlebihan. Untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga yang besar yang berarti bahan bakar yang seimbang.
·  Matikan mesin saat kendaraan berhenti dalam waktu lama (parkir).
·  Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur yang tidak terlalu rendah. Hal ini akan membuat kerja kompresor tidak terlalu lama (atau matikan bila perlu).
·  Jangan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling. Ini akan mengakibatkan tenaga mesin tidak sepenuhnya tersalurkan untuk menggerakkan kendaraan.
·  Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan oleh produsen. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin.
·  Gunakan ban dengan kembang dan tekanan angin yang tepat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.