Perbaikan Bensin Bocor Motor Matic Yamaha


motor sekarang, rata-rata mesinnya mengadopsi Karburator Skinner Union (SU). Penyuplai bensin ini  punya seabrek keistimewaan, misalnya campuran bensin udara lebih presisi, sehingga motor jadi minim polusi, irit, dan perfor­manya lebih baik

Meski demikian tak berarti bebas persoalan satu keluhan yang pernah terjadi adalaha bensin bocor dari karburator sehingga motor susah disatater. Solusi di bawah ini mudah-mudahan bisa membantu. Apalagi perawatan SU tak biasa seperti karbu jenis lain.

Bensin Bocor Motor Matic Yamaha

Soal penyebab bensin bocor pada tipe karbu yang juga bisa disebut variabel venturi ini tak beda dibanding tipe karbu lain. Artinya, bisa disebabkan oleh

  1. Kotoran masuk ke ruangan pelampung, Bila kotor, silakan buka floating chamber. Lantas, bersih­kan pakai bensin,  membran jangan dibersihkan dengan angin dari kompresor karena dapat menyebabkan sobek
  2. Jarum pelampung rusak, jarum pelampung, terpaksa diganti bila ujungnya tergores atau luka
  3. Setelan ketinggian pelampung yang tidak benar, Beda dengan ketinggian pelampung yang bisa disetel ulang

Langkah pamungkas: penyetelan pilot screw. Untuk karbu SU, pilot screw atau setelan angin bercampur langsung dengan bahan bakar.  Jadi, yang diatur jumlah campuran bensin yang sudah mix dengan udara. Langkah ini paling optimal dilakukan saat mesin mati dan berlaku pada semua motor. Untuk jumlah bukaan stelan sekrup, bisa dilihat pada buku petunjujuk setiap motor.

Bore up Irit 2009-04-17 13:10:57

Kelar bore up, skubeker biasanya mengganti karburator dengan tipe skep manual dan berventuri besar. Lantaran karbu orisinal tipe vakum diklaim kurang mumpuni terutama di akselarasi.

Namun yang jadi masalah, penggantian karbu CV dengan tipe manual dan berdiameter besar kerap menuai kendala. Itu sering terjadi pada mesin motor skubek milik awam. namanya awam, tentu tidak paham akan kinerja mesin dan tipikal tipe karbu itu sendiri. Padahal maksud dari penerapan karbu CV di skubek standar atau tunggangan lain, tujuannya agar suplai bensin ke ruang bakar lebih efesian.

Lantaran dapur paculah yang mengontrol penuh permintaan bahan bakar lewat sistem vakum. “Maksudnya semakin besar tekanan di ruang bakar, makin banyak adonan gas bakar tersedot mesin. Dan semakin kuat sedotannya, semburan bensin dari spuyer juga tambah banyak. Sedang buka-tutup grip gas cuma pemancing, selebihnya membran karet karbu sebagai pengatur otomatis. Makanya bisa irit,” beber Doran Satria mekanik bengkel C-Dov-DR.Tech.

Artinya kalau sobat ingin pakai karbu vakum di mesin skubek bore up tidak ada masalah. Apalagi kalau tujunnya untuk efesiensi gas bakar tanpa mengorbankan tenaga yang ada. Sehingga pengunaan karbu manual tidaak lagi vital buat skubek yang sudah diubah mesinnya.

Cuma karena penggantian karbu sangat tergantung dari kebutuhan mesin. Skubekker pun harus pintar memilih ukuran diameter karbu vakum yang sesuai dengan perubahan yang tejadi di ruang bakar. Sehingga kebutuhan akan gas bakar yang dihisap tidak kekurangan.

Salah satu contoh, bila liner silinder Honda BeAT atau Vario dibore up pakai piston diameter di atas 52 mm. “Jika ingin ganti dari karbu asli vakum Keihin VK22, bisa comot karbu CV punya Kawak Kaze ZX atau Yamaha Mio. Kebetulan keduanya semerek dan berukuran sama yaitu Keihin NCV24,” timpal Aris FMC mekanik Matic’s Center.

Sama halnya jika Yamaha Mio pengguna karbu CV Mikuni NCV24 sudah dibore up pakai piston diameter di atas 57 mm sampai 65 mm. Agar asupan gas bakar tidak kekurangan, pilihannya bisa pakai karbu Nouvo Mikuni BS25 atau punya Satria F-150, Spin 125, Skywave 125 dan Thunder 125 bermerek Mikuni BS26.

Sementara jika belum puas pakai 4309388ukuran 26 mm, pilihan lain masih ada. Tentunya memiliki diameter venturi lebih besar. “Seperti Mikuni BS29 punya Bajaj Pulsar 180 DTS-i, Mikuni BS30 milik Yamaha Scorpio atau Mikuni BSR32 di tunggangan Thunder 250,” ujar Aris di Jl. Fatmawati, No. 24D, Jakarta Selatan. Dan yang terpenting kata Aris lagi, pilih ukuran karbu jangan sampai jadi mubazir.

INTAKE DAN PIPA KABEL SESUAI

Tidak jauh beda dengan karburator manual, karbu tipe CV juga wajib diseting ketika terjadi ubahan di sektor mesin. Baik itu cuma ganti knalpot atau sampai bore up liner silinder.

“Kalau cuma ganti knalpot racing cukup setel air pilot screw dan pilot-jet jika diperlukan. Tapi kalau sampai bore up, selain pilot-jet dan air pilot screw, main-jet juga perlu penyesuaian sampai hasil pembakarannya
ideal,” imbuh Doran yang praktik di Jl. Kahfi I, Kp. Setu, Ciganjur-Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Selain seting spuyer, pastikan juga intake manifold sepadan dengan bodi karbu, terutama jika lakukan penggantian ukuran karbu berventuri kecil ke yang lebih besar.

Tujuanya agar aliran gas bakar di lubang venturi tidak bocor dan debitnya tidak kekurangan atau terjadi turbulensi akibat banyak tekukan diseputar sambungan antara bodi dan intake itu sendiri.

Selain itu, pastikan juga posisi adaptor pipa alur kabel gas dari grip gas sudah pada tempatnya. Terutama jika terajadi perubahan karbu higga membuat posisi per katup berubah posisi.

VAKUM UNTUK SKUBEK

Skubek harus menggunakan karburator vakum. Mampu menakar bahan bakar secara presisi sesuai jumlah udara yang masuk ke dalam silinder. Apalagi mesin skubek cenderung bergasing tinggi supaya bisa memutar CVT. Makin deras saja kucuran bahan bakarnya.

Jika skubek dipaksa menggunakan karbu skep manual yang ditarik langsung, cenderung boros. Kejadian ini pernah dialami Em-Plus. Ketika itu karbu vakum Kymco Matica 125 tidak bisa menyemburkan bensin.

    • malik
    • September 28th, 2010

    bos,mo tny…kmrn kn aq bis bongkar karbu mio,dikaret membran terdapat banyak kotoran bistu tk bersihin pke karbu cleaner,,bis tk pasang gi ko jd molorrikanya,,jd g pny akselerasi blas alias lemot bagtt…da solusi kah?,…mkasih sblmnya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: